Logo Desa Bendungan

Desa Bendungan

Kec. Pangenan Kab. Cirebon

KEGIATAN
12 August 2026 Redaksi Pemdes

KKN Kelompok 74 Gelar Seminar Literasi Digital dan Pengenalan Website Desa Bendungan, Dihadiri Pemdes dan Warga

Bagikan: WhatsApp Facebook
KKN Kelompok 74 Gelar Seminar Literasi Digital dan Pengenalan Website Desa Bendungan, Dihadiri Pemdes dan Warga
Dokumentasi resmi kegiatan Desa Bendungan.

Bendungan, 12 Agustus 2026 — Mahasiswa KKN Kelompok 74 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menggelar Seminar Literasi Digital dan Pengenalan Website Desa di Balai Desa Bendungan, Kecamatan Pangenan. Kegiatan ini menjadi bagian dari program kerja Penguatan Literasi yang diusung kelompok tersebut selama masa KKN.

Acara dihadiri perwakilan Pemerintah Desa Bendungan, ibu-ibu PKK, tokoh masyarakat, warga setempat, serta mahasiswa KKN Kelompok 139 yang turut hadir sebagai peserta. Salah satu pelaku UMKM Desa Bendungan, yang usahanya sudah lebih dulu diperkenalkan lewat website desa, juga tampak hadir di antara para peserta. Registrasi dijadwalkan mulai pukul 13.00 WIB, meski pelaksanaan acara baru berjalan sekitar pukul 14.00 WIB.

Acara dibuka oleh pembawa acara, Fika Wijaya dan Qoriah, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya yang dipandu Nuraeni, serta pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh Ismatul. Rangkaian pembukaan dilanjutkan dengan sambutan Ketua KKN Kelompok 74, Dicky Dermawan, yang menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang hadir — mulai dari Pemerintah Desa, Bapak Lebe yang mewakili Bapak Kuwu, Nurul Bahiyah, M.Kom., ibu-ibu PKK, hingga seluruh warga dan tamu undangan — serta kepada seluruh anggota KKN Kelompok 74 atas kerja sama dan kekompakan selama masa KKN, khususnya dalam mempersiapkan Website Desa Bendungan hingga seminar ini dapat terselenggara. Sambutan dari Kepala Desa turut mengisi rangkaian pembukaan, yang pada kesempatan ini disampaikan oleh Bapak Lebe mewakili Bapak Kuwu, sementara Ibu Kuwu turut hadir di tengah-tengah acara. Rangkaian pembukaan diakhiri dengan pembacaan doa oleh Naufal, sebelum pembawa acara pamit undur diri dan menyerahkan jalannya acara kepada Naila Luthfiyah selaku moderator, yang memandu jalannya seminar mulai dari sesi pemateri pertama hingga sesi diskusi.

Sesi materi pertama diisi oleh Nurul Bahiyah, M.Kom., dosen UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, dengan tema "Website Desa, Jendela Dunia: Membuka Bendungan Pangenan ke Mata Dunia". Alih-alih langsung masuk ke teori, peserta diajak merefleksikan pengalaman sehari-hari — mulai dari warga yang harus tanya-tanya tetangga soal jadwal posyandu karena tak ada pengumuman resmi, hingga UMKM keluarga yang sulit berkembang karena belum terbantu promosi online. Dari situ, ditegaskan bahwa website desa bukan sekadar "gaya-gayaan", melainkan rumah digital resmi desa dengan empat manfaat utama: membuat desa lebih transparan karena informasi terbuka dan mudah diawasi bersama, memperluas promosi potensi desa, menghadirkan layanan informasi yang siap diakses 24 jam tanpa harus ke kantor desa, serta membuat desa lebih siap menghadapi era digital.

Materi ini turut menyinggung sejumlah potensi unggulan Desa Bendungan, mulai dari garam, hasil tambak, pertanian, hingga UMKM lokal, yang selama ini hanya dikenal di sekitar Pangenan namun berpeluang menjangkau pembeli dan mitra dari luar daerah lewat media digital.

Sesi ini disambut antusias peserta. Salah satu Ketua RW yang hadir bertanya, apakah dengan adanya digitalisasi ini produksi garam atau taraf hidup petani garam bisa lebih maju — apakah produksi yang dulunya hanya sekitar satu ton bisa meningkat setelah ada website desa. Menanggapi pertanyaan tersebut, dijelaskan bahwa website desa pada dasarnya hanyalah "rumah" atau wadah, namun kehadirannya dapat membuka peluang bagi investor atau pihak luar yang melihat potensi garam Bendungan, termasuk kemungkinan bantuan alat untuk meningkatkan produktivitas petani garam ke depannya. Sesi materi pertama ditutup dengan pesan bahwa website desa akan sekuat semangat gotong royong Pemdes, pemuda, dan warga dalam mengisi dan merawatnya.

Materi kedua disampaikan oleh Dicky Dermawan selaku Pemateri 2, membahas isi website secara lebih teknis — mulai dari informasi apa saja yang bisa dicari warga, hingga apa saja yang bisa dilakukan warga melalui website tersebut, termasuk mendaftarkan dan menampilkan usahanya. Turut disampaikan bahwa website ini bukan hasil kerja satu orang, melainkan buah kerja sama seluruh anggota KKN Kelompok 74, mulai dari observasi lapangan, pengumpulan data, hingga penyusunan isi konten. Website Desa Bendungan kini sudah dapat diakses publik melalui desabendungan-pangenan.id, memuat profil desa, potensi garam, pertanian, tambak, UMKM, hingga berita dan agenda kegiatan terkini.

Salah satu bagian yang menjadi sorotan adalah halaman informasi UMKM. Kehadiran pelaku UMKM dalam seminar ini bukan kebetulan — mereka diundang sebagai bukti nyata bagaimana website desa sudah mulai membantu memperkenalkan usaha warga ke luar desa. Pada sesi ini, pemilik usaha Babah Parfume bertanya soal biaya pendaftaran UMKM di website — apakah dikenakan biaya agar usahanya bisa tayang — serta berapa lama waktu yang dibutuhkan sejak pendaftaran hingga produknya benar-benar tampil di website.

Menjawab pertanyaan tersebut, dijelaskan bahwa mahasiswa KKN hanya bertugas memfasilitasi agar desa memiliki website. Untuk kelanjutannya, pengelolaan website akan diserahkan kepada Pemdes atau admin yang ditunjuk Pemdes begitu masa KKN berakhir, termasuk soal kebijakan pendaftaran — berbayar atau gratis — yang akan sepenuhnya mengikuti keputusan Pemdes sebagai pengelola.

Sesi diskusi dan tanya jawab dipandu oleh Naila Luthfiyah selaku moderator. Selepas tanya jawab, peserta diberi ruang untuk menyampaikan saran dan masukan terkait website desa, sebelum moderator menutup jalannya seminar hingga rangkaian kegiatan usai, yang kemudian diakhiri dengan sesi foto bersama.

Seminar ini menjadi salah satu wujud program kerja Penguatan Literasi yang diusung KKN Kelompok 74, sekaligus mempertemukan Pemdes, warga, dan pelaku UMKM untuk sama-sama memahami manfaat website desa. Pengelolaan website nantinya akan diserahkan sepenuhnya kepada Pemdes begitu masa KKN berakhir, agar informasi dan potensi Desa Bendungan terus dapat diperbarui dan dijangkau lebih luas.

Hak cipta publikasi © 2026 Pemerintah Desa Bendungan. Kembali ke Daftar Berita