Logo Desa Bendungan

Desa Bendungan

Kec. Pangenan Kab. Cirebon

Beranda / Potensi Desa / Garam / Proses Pembuatan

Proses Pembuatan Garam Tradisional

Tahapan teknis pembuatan garam secara alami memanfaatkan air laut dan penguapan sinar matahari di Desa Bendungan.

Tahapan Produksi

Metode Kristalisasi Alami

Pembuatan garam di Desa Bendungan mengandalkan metode penguapan air laut (solar evaporation). Pengolahan air laut menjadi kristal garam yang siap panen memerlukan ketelitian dan kesabaran melalui tahapan utama di bawah ini.

Metode Kristalisasi Alami
Penampungan Air Laut (Pengambilan Air Tua)
Tahap 1

Penampungan Air Laut (Pengambilan Air Tua)

Air laut dialirkan menuju kolam penampungan (bozem). Air ditampung dan diendapkan agar kotoran atau lumpur mengendap di dasar kolam.

Pemindahan ke Petak Penguapan
Tahap 2

Pemindahan ke Petak Penguapan

Air laut yang sudah jernih dialirkan secara bertahap dari satu petak ke petak penguapan lainnya. Panas terik matahari menguapkan kandungan air secara alami sehingga tingkat kepekatan garam (tua air) meningkat.

Proses Kristalisasi Tambak
Tahap 3

Proses Kristalisasi Tambak

Air tua dipindahkan ke petak kristalisasi. Penguapan lanjutan menyebabkan kristal-kristal garam mentah (garam krosok) terbentuk di dasar petak tambak.

Panen dan Pembersihan Awal
Tahap 4

Panen dan Pembersihan Awal

Petani mengikis dan mengumpulkan kristal garam mentah. Garam hasil panen diangkut dan ditiriskan di tepi tambak sebelum didistribusikan ke fasilitas pengolahan.

Penggilingan Garam (Crushing)
Tahap 5

Penggilingan Garam (Crushing)

Garam krosok dimasukkan ke dalam mesin penggilingan untuk menghancurkan bongkahan besar dan menghasilkan ukuran butiran garam yang lebih halus serta seragam.

Penirisan Garam (Drainage)
Tahap 6

Penirisan Garam (Drainage)

Setelah digiling, garam ditiriskan selama kurang lebih satu malam untuk mengurangi kadar air bebas secara alami.

Pengovenan (Pengeringan Suhu Tinggi)
Tahap 7

Pengovenan (Pengeringan Suhu Tinggi)

Garam yang telah ditiriskan dimasukkan ke dalam oven pengering. Pengovenan memastikan kadar air garam berada di tingkat paling minimal, sehingga garam benar-benar kering, tidak gampang mencair, dan tahan disimpan dalam jangka panjang.

Fortifikasi Yodium (Standardisasi Sehat)
Tahap 8

Fortifikasi Yodium (Standardisasi Sehat)

Garam yang sudah kering diberi tambahan zat gizi yodium (KIO3) sesuai standar nasional garam konsumsi. Proses ini dilakukan tanpa menggunakan bahan kimia berbahaya lainnya untuk menjaga keaslian dan mutu produk.

Pengemasan & Pelabelan (Warna Kuning)
Tahap 9

Pengemasan & Pelabelan (Warna Kuning)

Garam beryodium dikemas secara rapi dalam berbagai varian ukuran kemasan (100g, 150g, 200g, dan 250g) dengan plastik tebal kedap udara berdesain dominasi warna kuning yang diminati konsumen pasar.

Eksplorasi Informasi Garam Lainnya

Kembali ke Halaman Utama Garam
Profil Petani Garam Desa Bendungan

Profil Petani Garam Desa Bendungan

Mengenal kehidupan, kearifan lokal, dan kegigihan petani garam rakyat.

Lihat Detail
Pabrik Garam Desa Bendungan: Pengolahan Menjadi Produk Siap Pasar

Pabrik Garam Desa Bendungan: Pengolahan Menjadi Produk Siap Pasar

Alur distribusi dan jangkauan pemasaran garam Desa Bendungan.

Lihat Detail
Galeri Tambak Garam

Galeri Tambak Garam

Kumpulan foto dokumentasi keindahan hamparan tambak garam.

Lihat Detail