Tahapan teknis persiapan tambak hingga panen udang di Desa Bendungan.
Budidaya udang di Desa Bendungan mengandalkan pengelolaan kualitas air laut dan pakan secara disiplin.
Tahap awal budidaya dimulai dengan pembangunan kolam. Lahan dibentuk menggunakan alat berat. Dibuat tanggul pembatas, kemudian seluruh dasar dan dinding kolam dilapisi plastik agar lebih steril serta memudahkan pengelolaan kualitas air.
Pengisian air ke dalam kolam kemudian diberikan perlakuan (treatment) menggunakan kaporit untuk membunuh bakteri dan mikroorganisme. Setelah aman, air diberi probiotik dan dikondisikan selama kurang lebih dua minggu.
Pemilihan waktu penebaran benur dilakukan secara cermat. Benur udang vaname dibeli dari perusahaan pembenihan dan ditebar dengan menyesuaikan kesiapan kolam serta air.
Udang dipelihara dengan pemberian pakan dan aplikasi probiotik. Salinitas air harus dijaga pada kisaran 15–25 ppt agar molting sempurna. Faktor lingkungan (suhu & curah hujan) terus dipantau.
Pada umur sekitar dua bulan, dilakukan panen parsial (pengambilan sebagian hasil panen) untuk mengurangi kepadatan kolam agar ruang gerak udang menjadi lebih luas. Dilakukan 3 hingga 4 kali.
Masa pemeliharaan berlangsung sekitar 90–100 hari. Keputusan waktu panen mempertimbangkan ukuran udang (size 40, 35, 30) dan harga pasar yang menguntungkan. Semakin besar udang, tinggi harga jualnya.
Keberhasilan budidaya udang vaname sangat dipengaruhi oleh pengelolaan kualitas kolam, pe...
Lihat Detail
Hasil panen sebagian besar dijual kepada pengepul atau bakul. Sebelum panen dilakukan, pe...
Lihat Detail
Koleksi dokumentasi foto kincir air aerasi, hamparan tambak, dan panen.
Lihat Detail